//
you're reading...
Minyak

Tak Mau Anggaran ‘Jebol’ Akibat Harga Minyak, RI Kaji Sistem Lindung Nilai

Jakarta – Pemerintah tengah mengkaji kebijakan untuk menekan imbas fluktuasi harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ ICP) terhadap anggaran. Tingginya subsidi BBM tak lepas dari fluktuasi harga minyak dunia.

Demikian disampaikan Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro saat ditemui di sela Seminar APBN 2013 di Ballroom Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (20/11/2012).

“Kami berencana menggunakan instrumen lindung nilai atau hedging mulai 2014 mendatang,” ujarnya.

Bambang menyebutkan, terdapat dua opsi dalam menerapkan kebijakan lindung nilai (hedging) ini, yaitu dengan sistem call option dan oil linked securities programme.

Untuk opsi pertama yaitu call option, Bambang menjelaskan sistem ini lebih kepada sistem asuransi.

“Contohnya adalah pemerintah membeli minyak dengan batasan harga tertentu misal US$ 100 per barel untuk suatu jangka waktu. Pembelian tersebut kemudian diasuransikan pada lembaga penyedia. Apabila ternyata harga minyak melebihi harga pembelian, maka kelebihan tersebut sudah ditanggung oleh asuransi,” jelasnya.

Mekanisme pembelian sistem ini dihitung dengan formula Mean of Platts Singapore (MOPS) dengan penawaran terbuka atau sistem European Option.

“Tetapi kelemahan kebijakan ini belum ada aturan dan payung hukumnya, apakah pemerintah bisa membeli asuransi,” ungkapnya.

Sementara itu, lanjut Bambang, opsi kedua adalah dengan penjualan obligasi. Pemerintah memasukkan risiko kenaikan harga minyak dalam formula tingkat bunganya. Dengan demikian, obligasi yang diterbitkan sudah mengandung risiko perubahan harga minyak internasional.

Dia menambahkan, dengan sistem ini akan banyak investor yang tertarik menanamkan modal di obligasi ini terutama dari negara-negara produsen minyak. Sistem ini juga sudah digunakan oleh beberapa negara diantaranya adalah Meksiko.

“Opsi ini juga lebih feasible, tapi kita mesti lihat dulu juga pasarnya. Kita lagi susun mekanismenya, kan targetnya tahun 2014, bukan 2013 kok,” ujarnya.

Menanggapi rencana tersebut, Kepala Ekonom Bank Mandiri Destry Damayanti menyatakan kebijakan lindung nilai untuk mengurangi tekanan harga minyak dunia memang diperlukan. Dua opsi yang dikaji pemerintah, menarik untuk dijajaki. Namun, dia mengingatkan agar opsi tersebut harus memiliki payung hukum yang jelas terlebih dahulu karena berpotensi penggelapan uang negara.

“Kalau tidak bisa menjadi penggelapan uang negara, sebab risikonya sangat besar,” tegasnya.

Destry menambahkan risiko atas fluktuasi harga minyak juga sulit diperhitungkan. Menurutnya, pemerintah bisa saja memperkirakan keuntungan dari naiknya harga minyak dunia. Namun, terbuka lebar kemungkinan harga minyak justru merosot saat kebijakan direalisasikan.

(nia/dnl)

About pujonugroho

islam mind

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: